Subnetting Kelas B

Subnetting adalah teknik memecah suatu jaringan besar menjadi jaringan yang lebih kecil dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet mask untuk dijadikan Network ID baru. Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.

Disini saya akan mencoba menjelaskan tentang perhitungan subnetting untuk kelas B dengan mencari 12 Network ID. Default subnet mask pada kelas B adalah 255.255.0.0 dimana 16 bit pertama merupakan Network 16 bit kedua merupakan Host, serta apabila subnet mask pada kelas B diubah kedalam bentuk bilangan biner menjadi 11111111.11111111.00000000.00000000.

Kemudian sekarang akan mencari 12 Network ID pada kelas B dari setiap oktet nya yang terdiri dari 8 digit bilangan biner. Dimana Network yang berjumlah 12 merupakan jumlah diantara 2^3 dan 2^4 yang diantara nilai 8 dan 16, maka pada bilangan oktet nya dibagi menjadi 2 bagian yaitu bilangan biner pertama merupakan Subnet dan bilangan biner kedua merupakan Broadcast seperti berikut (0000 0000). Pada oktet ketiga untuk range dalam biner akan mengalami beberapa perubahan dalam pembentukan  dengan perhitungan subnetting.

Contoh IP Address kelas B yang digunakan adalah 174.14.0.0.  Lihat Tabel di bawah ini :

Hasil dari subnetting diatas dapat dilihat pada gambar router dibawah ini :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: